Sahabat Sejati II

Cerita atau postingan sahabat sejati pertama sebelumnya ada di sini

Nampak kekecewaan terlihat di sorot matanya yang tajam. setelah tahu arti sahabat sejati secara harfiah, kemudian kami duduk ke tempat semula. dihisapnya dalam-dalam rokok putihnya, berharap mengekalkan keadaan, suasana pun hening beberapa saat. malam kian merangkak ke ambang pagi dini hari, angin terasa bersiul di sela-sela pucuk daun.

aku membiarkan dia bermain dengan apa yang sedang dirasakannya, dan berharap dia mau bercerita setelahnya.

"Terus, kalau menurut Mas apa arti sahabat sejati selain dari arti di kamus tadi?". tanyanya kemudian.

"Beng, sangat luas. setiap orang memiliki persepsi masing-masing, dan sama sekali bukan bermaksud menggurui lho ya?", yang pasti Beng!", sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri. apa yang kita alami demi sebuah persahabatan terkadang menjengkelkan juga membuat lelah tapi itulah indahnya persahabatan. 

Sebuah persahabatan seringkali menyuguhkan berbagai cobaan, mungkin ketika kita dibutuhkan saat itu pula kita selalu ada dan menolong tanpa pandang apapun selain niatan sebagai wujud kita ada!", saat dia terluka dalam bentuk ujian apapun yang telah Tuhan berikan kita sedia, tapi sebaliknya ketika roda berputar dan kita diposisi yang sangat membutuhkan, dia seperti menghindar jelas yang demikian bukanlah sahabat sejati Beng!".

Seperti tiba-tiba melindungi dirinya sendiri tiba-tiba memprotec, bersedekap; menyilangkan dada, bahkan sebelum kita berbicara apa dan bagaimananya. seperti menutup pintu depan rumahnya ketika baru memasuki depan gerbang. tidak berlaku lagi sikap manis peluk hangat seperti dulu.

"Terus?", katanya seperti penasaran kali ini. "wah kamu kok malah nanggap dan menginterview aku to?" kayak pak dalang?" seharusnya kamu Beng bercerita, candaku. kami pun tertawa bersama.

Beberapa pelanggan satu dua meninggalkan kami tapi dalam hitungan tak lama beberapa juga datang kembali rata-rata sih sudah aku kenal wajah-wajah mereka jika di atas pukul 12.00 malam lebih banyak yang bermain game online. seperti sudah menjadi brand di benak para penyuka dunia maya jika ingin mencari net hingga pagi dan ditemani kopi bali hanya ada di samudrabiru bucafenet di ujung timur bali ini:).

"Mas, pernah tidak dikecewakan sahabat yang teramat sangat?". tanyanya memecah keheningan.

"Beng, saya rasa hampir semua orang sudah pasti mengalaminya, atau bisa jadi justru kita yang tanpa sadar telah menyakitinya hingga meninggalkan rasa kecewa yang dalam". tapi Beng, seperti yang aku katakan sebelumnya, persahabatan acapkali diwarnai dengan berbagai warna, suka dan duka; dihibur, disakiti, dikecewakan, diabaikan, dibantu, ditolak, namun semuanya tidak pernah dilakukan dengan unsur kebencian".

"Persahabatan tidak terjalin secara otomatis seperti alat buatan manusia, tetapi sebuah persahabatan yang sejati membutuhkan proses yang panjang; seperti besi menajamkan besi, demikian halnya sahabat menajamkan sahabatnya".

"Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, tapi kerna kasihnya dia berani mengur kita apa adanya".

"Seorang sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, namun menyatakan apa adanya kendati itu sangat menyakitkan, tentu dengan harapan sahabatnya mau berubah".

"Proses dari pertemanan kemudian menjadi sahabat sejati membutukan satu proses perjalanan yang cukup panjang, seperti yang aku singgung sebelumnya. sebuah kerinduan adalah indikasi yang paling nyata tentang sebuah persahabatan, ketika tiba-tiba saja kita rindu, rindu akan kehadirannya, rindu akan canda tawanya, rindu akan banyak hal yang ada pada diri sahabat kita, sebuah kerinduan yang sulit untuk diterjemahkan dengan kata-kata!". pada akhirnya sebuah kerinduan juga menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada yang akan bertahan lama dan kekal jika sebuah persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis".

"Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati Beng", namun tidak semua orang berhasil membangunnya. Banyak orang yang sudah menikmati indahnya persahabatan namun hancur karena pihak lain; dalam hal ini bisa siapa saja, pacar, rekan lain, dan sebagainya atau memang dari mereka sendiri yang salah satu berkhianat!".

Suara pematik api membakar ujung rokokku. aku terdiam cukup lama sembari menghisapnya dalam-dalam, sementara Beng seperti sengaja memberikan kesempatan kepadaku untuk menata hati, aku rasa dia melihat jelas sorot mataku yang berbicara entah di waktu kapan, nafas yang berat menandakan bahasa tubuhku yang kian nampak terlihat.

"Beng!", kapan terakhir kamu dalam kesulitan?". yang teramat sangat?". rumit menggigit hingga terasa pecah kepala dan nadi-nadimu?". bahkan terlintas sebuah kematian adalah jalan yang paling baik untuk itu?" siapa!".
"eits.......!" tidak perlu kamu jawab kataku cepat.
"Siapa yang di samping kamu?".
"Siapa yang mengasihi kamu?".
"Siapa orang yang bersama kamu?".
"Siapa orang yang ketika dunia seakan-akan sedang tidak mengharapkan kamu?", ada dan dia dekat sekali denganmu?".
"Siapa orang yang seakan-akan bumi seperti menolak kamu
kemudian dia mewarkan tempatnya?", adakah?".

"Beng, aku ada sebuah cerita dari orang tuaku yang bercerita tentang itu jika engkau bertanya tentang apakah ada Sahabat Sejati itu?"....


bersambung .........

Komentar :

ada 4 Komentar ke “Sahabat Sejati II”
ADI MARWAN ABDAU said...
pada hari 

semakin terkupas neh,
Iya kawan, hampir semua pernah mengalami kekecewaan lantaran juga adanya presepsi yang beda dalam saling memahami apalagi ada pihak lain terutama dalam kisah asmara yang lebih privaci antara dua orang yang belum....

senyum Kawan Anto..

Admin said...
pada hari 

:D selamat siang kawan. ya mencoba untuk mencari dan bersahabat dengan kata demi kata yang terangkai, banyak yang salah dan tidak berurutan sama sekali tidak aku edit kawan. :)

salam

Geigit'z said...
pada hari 

sahabat djadi tjinta...moengkinkah??? boleh...kah???

Admin said...
pada hari 

Geigitz : tentu saja sangat memungkinkan dan boleh-boleh saja. jika memang lain jenis. sangat termungkinkan, bukankah cinta diantara dua insan pada mulanya berawal dari rasa kesepadanan hingga menimbulkan bibit diantara keduanya. namun pada tulisan di atas menitikberatkan pada "persahabatan" yang nurni. tanpa ada keterlibatan cinta dalam arti tanda petik:) salam Gan!

Post a Comment

Sahabat terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, semoga bisa memperkuat tali persahabatan online/offline kita. Blog ini Adalah Waqaf onlineku untuk semua, mohon jikalau ada yang tidak benar diluruskan, bagiku menjadi blogger adalah panggilan jiwa untuk membuka ruang bagi saujana. Hidup untuk memberi; Berilmu Amaliyah, Beramal Ilahiyah, Memberi Merupakan Puncak Kebahagiaan. Semoga manfaat. Salam

 
Cheap Web Hosting