puisi di awal november pagi


foto : rosamund kwan





















ma, putih dan gelap

padahal siang aku seperti sedang berdiri seorang diri di tengah malam yang siap menelan. ma, mataku yang salah menatap langit, apa keadaan yang membuatku tidak dapat lagi membedakan antara siang dan malam. ma? aku tak dapat beranjak meski hanya sejari bayi. pasungan ini kian menancap ketika aku mencoba menggerakkan tubuh. ma, bahkan nafasku pun aku atur sedemikian rupa agar tidak membangunkan amarah yang semakin naik ke ubun-ubun. aku takut pecah ma. hanya dapat menahan geram hingga berujung mewujud embun di pelupuk mata ini. ma? aku tersudut ditusuk-tusuk runcing siang yang asing. pada tinggi tembok yang membatasi jarak pandangku kini. hanya ada dua warna di depanku. putih dan gelap, ma.

November
2010


setelah subuh

selepas subuh juwitaku melepas jubah keangkuhan, apalah kita ini, di segala jelaga melekat tanpa disadari berbuat. sudah pagi juwitaku, bangunlah! mari sebentar mengaji pada alam. bersih bukan? pagi yang indah. serupa bayi yang baru lahir dari rahimmu.

November Pagi
2010


cintaku kepadamu, cintamu kepadaku

engkau tentu memahami juwitaku, cintaku kepadamu benar juga ikhlas. dicintai olehmu juwitaku seperti cinta seorang ibu yang sedang melelapkan buah hatinya. dalam dekap hangat kasih nan suci. mencintai engkau juwitaku, seperti menemukan telaga yang jernih dan bening sehingga aku dapat melihat batu-batu putih tertata di dasarnya. mencintaimu juwitaku, tidak lelah, justru kian meneguhkan iman hingga akhir kematian dengan senyum yang menawan.

November Pagi
2010


pagi dini hari

sayang, lampu di ruang tempatku sekarang duduk aku biarkan padam. hanya dengan cahaya monitor tua menerangi tak kurang lima jengkal jari cahayanya berpendar. meski begitu aku tidak dapat mengukur batasannya, terlihat menemaram, lantas gelap sejauh mata memandang. sayang, begitu pula dengan sisa usia kita, sedang berjalan mendekat pada kematian. sebelumnya, mari kita tanam kebajikan.

November Pagi
2010

anto hprastyo
http://samudrabirucinta.blogspot.com/

Komentar :

ada 2 Komentar ke “puisi di awal november pagi”
Rudy Prayala said...
pada hari 

menyentuh sekali mass ..

Anto Hprastyo said...
pada hari 

Rudy Prayala. apa kabar Kawan? terimakasih engkau telah sempatkan singgah dan meninggalkan tanda di ruang ini.

Post a Comment

Sahabat terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, semoga bisa memperkuat tali persahabatan online/offline kita. Blog ini Adalah Waqaf onlineku untuk semua, mohon jikalau ada yang tidak benar diluruskan, bagiku menjadi blogger adalah panggilan jiwa untuk membuka ruang bagi saujana. Hidup untuk memberi; Berilmu Amaliyah, Beramal Ilahiyah, Memberi Merupakan Puncak Kebahagiaan. Semoga manfaat. Salam

 
Cheap Web Hosting