Kumpulan Puisi-Puisi Cinta I

sebagian kumpulan puisi-puisi cinta [ beberapa telah digubah ]

imaji malam

terkulai, menjuntai di tepi balai dini hari
elok gemulai tubuhmu berkelebat
menghebat melesak di benak
memukim, melumuti hati ini
hingga nafasku tercekat

o, juwita malam
heran, sungguhku heran
padahal engkau hanya imaji,
yang kerap hadir di kesendirian
buatku melayang sepanjang malam

september
2010


cinta

cinta,
kubangun
bilik hangat
bertiang setia
berdinding kasih
beratapkan cinta
beralaskan percaya
beraroma surgasurga
apakah engkau bersedia?

agustus
2010


bukan, aku bukan pujangga

 

o, bila saja aku seorang pujangga akan aku rangkai jutaan kata. simbol kekaguman padamu yang tiada tara. menjadi sajak nan indah tertata makna. tapi aku bukanlah pujangga kata. aku tak paham aturan sastra. namun, tangan ini terus saja menggenggam pena berlumur tinta. menuliskan katakata pengisi jeda hanya untukmu yang tercinta. akan kulumuri tiap katakata dengan indah bermakna. kusajikan hangat sepenuh jiwa raga. aku berkata cinta.

januari
2010


lentera cinta

di dalam gelap lelah yang menyayat,
sepotong pohon rebah melukis keadaan
setelah badai penolakan di tanah sengketa
 : aku kembali mengelana, mencari lentera cinta

april
2010


sajadah cinta I

biru tanda cintaku, pujaan hati meniti hari
mendekap syahdu ke relung hati
tembang riang cinta dua sejoli,
di bawah ridho kalam Illahi

satu untukmu wahai kekasih hati,
sajadah cinta biruku t'lah menanti
ijinkan kelak aku menjadi Imammu
kutunggu engkau di belakangku

janganlah gundah tak pula resah
bila dikehendaki olehNya,
kau dan aku menyatu
kerna biruku untukmu

januari
2010


sajadah cinta II

harum mewangi memenuhi rongga di dada
menunggu kekasih jiwa datang bertandang
berdua, menyusuri jalan yang membentang

tidak akan menemu sunyi yang panjang
tidak akan mengelam meski langit kelam
tidak pula menggigil di sudut gelap kamar

o,gurat senyummu terekam dalam bayang
meruang dalam waktu yang sudah matang
juwitaku, kata pinangan telah aku siapkan
: menggelar sajadah Cinta di bahtera kita

januari
2010


malam tak bernama

bulir-bulir air mata keikhlasan mengalir tanpa diminta,
damai sukma telanjangi jiwa di malam tak bernama
selaksa makna menyergap degap dada
bukanlah sakit, bukan pula nestapa
kesederhanaan mengajarkannya
cintaku bermuara karenaNya

desember
2009




berbunga-bunga di dada setangkup harap menjelma, dalam iringan bulirbulir do'a. melukis cantik di hati terbingkai beragam warna menyerupa pelangi setelah hujan senja reda basahi bumi. aroma wangi tanah petani simfonikan dua jiwa bernyanyi. jantung berdendang nyalang gumintang. mata berbinar riang menebar. seiring, mekarnya kembang cinta dua anak manusia. menemu jawab meliuk peluk padu padan di taman hati.

september
2009


cinta sederhana

cintaku sederhana saja
aku bawa kau menjadi Kita
aku bawa kau pada Bahagia,
di jalan benar sepanjang bahtera

oktober
2009


kata cinta terurai menjadi laku

apa ukuran integritas cinta?
engkau bertanya kepadaku suatu hari.
kataku" wahai jelita yang bimbang
ketika cinta bersemi dalam hati,
terkembang dalam katakata,
lantas terurai dalam sikap laku kita

engkau bertanya kembali
jika hanya berhenti dalam hati?
itu cinta yang lemah juga tak berdaya
jika hanya berhenti dalam katakata?
itu cinta yang disertai kepalsuan!

jika cinta sudah terurai jadi sikap laku?
wahai jelita! cinta itu sempurna seperti pohon;
akarnya menghujam dalam hati,
batangnya kokoh tegak dalam kata,
buahnya menjumbai laku sikap kita

o, jelita wahai jelita.
serupa Iman; terpatri dalam Hati,
terucap dalam Lisan,
dibuktikan oleh amal

ya, kata cinta terurai jadi Laku,
dan sekarang terserah padamu
engkau ingin yang sebatas apa?

engkau lama terdiam, hingga matamu yang bening mengurai tanya
mengembun melawan deras keinginan yang tak terbendung
hingga sekarang, aku tidak tahu airmatamu untuk siapa.

oktober
2010


karena cinta

terang bulan dalam rumah
wajahmu melukis tersenyum ramah
menggantung, berpendar di langit-langit kamar

september
2010


cinta kumbang


hanya sajak kecil yang aku tulis sembari nikmati kopi hangat di tepi jendela, memandang kumbang yang sedang kebingungan kembang di taman menghilang, sejak tangantangan angkuh memetik untuk persembahan dewa pilihan, terlihat hanya mengitari pucuk tanpa sari kelopak. entah sampai kapan, berhenti meraung si kumbang jantan yang malang. apa yang dapat aku perbuat, selain mengabadikan kesedihannya menjadi susunan tata kata kalimat. yang meruap di tempurung kepala turut melarut pada galauanya yang sangat. o, kumbang? cintamu melayang, sebelum tersemat cincin ikatan.


maret
2010



assalamualaikum cinta

jelita yang mempesona bintang
apa kabarmu di seberang samudra
adalah kabar buatmu yang menunggu
akan datang setangkai bunga abadi, tertulis
aku pinang engkau sebelum musim dingin usai

november
2010



Komentar :

ada 2 Komentar ke “Kumpulan Puisi-Puisi Cinta I”
Rudy Prayala said...
pada hari 

indah sekali puisi puisimu mass ..

Anto Hprastyo said...
pada hari 

Rudy Prayala : terimakasih Rudy. ini masih belajar Rudy, mari samasama belajar dalam tanda gerak pena di media ini. salam sedalam dalam salam

Post a Comment

Sahabat terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, semoga bisa memperkuat tali persahabatan online/offline kita. Blog ini Adalah Waqaf onlineku untuk semua, mohon jikalau ada yang tidak benar diluruskan, bagiku menjadi blogger adalah panggilan jiwa untuk membuka ruang bagi saujana. Hidup untuk memberi; Berilmu Amaliyah, Beramal Ilahiyah, Memberi Merupakan Puncak Kebahagiaan. Semoga manfaat. Salam

 
Cheap Web Hosting