Itulah sebabnya aku biarkan engkau Menangis, Sayang?

menangislah gadis
Ya, aku biarkan engkau menangis sesenggukan, menumpahkan airmata yang tertahan rasa. pembiaran, yah pembiaran. mereka terkadang dengan sengaja membiarkan sebagian masalah itu terjadi. dan tidak memikirkannya. kerna memang tidak semua masalah memang harus dipikirkan. kerna memang ada banyak masalah yang selesai kerna tidak dipikirkan dan diselesaikan. serupa ini; ketika kita membiarkan seorang bocah kecil menangis dan tidak menghiraukannya, ia akan berhenti dengan sendirinya.

Sebab yang ada "ruang pelepasan jiwa" yang mengharuskan kita "tega" menyaksikan dia lepas bebas, sembari menanti dengan cukup yakin bahwa ia akan kembali tenang dengan sendirinya. bahkan misalnya ketika Ibnul Qayyim mengatakan" bahwa menangis itu bagus untuk kesehatan jantung anak-anak, dan sebetulnya menangis juga bagus untuk wanita, khususnya untuk kehalusan kulit mereka. [lain kali kita akan bahas ini ;)]

Jadi mekanisme pembiaran menuntut adanya keyakinan dan sedikit ketegangan. pada fakta yang lain kita jadi belajar dari sebuah mekanisme kerja tubuh yang sehat. badan sehat menyembuhkan penyakitnya sendiri, khususnya penyakit-penyakit kecil selain memiliki imunitas sebagai sistem pertlindungan tubuh, badan sehat juga menyelesaikan penyakit-penyakit ringan yang terkadang hinggap datang dan pergi.

Begitu pula dengan cinta, punya mekanisme pembiaran. semacam toleransi bahwa masalah-masalah yang muncul ini bukan suatu bahaya yang mengancam hubungan jangka panjang. tapi hanya riak-riak yang menghiasi keteduhan samudra. bahkan seringkali masalah-masalah itu justru menyimpan berkah yang terselubung. misal, cemburu. seringkali nampak, ia di bahasakan dengan tudingan dan tuntutan tapi sebenarnya kedalam ia sedang membangun kesadaran instropeksi diri yang lebih mengarah ke baik. pertanyaanya, mengapa bisa begitu? kerna cemburu berbaur secara manusiawi dengan bahan dasar cinta, dicampur rasa malu, digabung egoisme. yang keluar hasilnya cinta juga, benarkan?. kendati mungkin sudah babak belur dalam bahasan. 

Jadi semua yang tumbuh dari bibit cinta pada akhirnya akan berbuah cinta pula. sebetulnya ujian terberat bagi pecinta sejati adalah pada keyakinannya terhadap kesejatian cintanya sendiri, dan keyakinannya pada kekuatan cinta untuk terus menerus menghadirlahirkan kebajikan-kebajikan. dan pembiaran adalah tampak dari manajerial dari keyakinan itu. wallahu'alam.


sumber pelengkap; love of story

Komentar :

ada 6 Komentar ke “Itulah sebabnya aku biarkan engkau Menangis, Sayang?”
Geigit'z said...
pada hari 

yoyoi gan...

anto Hprastyo said...
pada hari 

Geigit'z: pernah melakukan juga Gan? hehehe ..... cinta memang tidak pernah habis untuk kita bahas benar tidak?

Geigit'z said...
pada hari 

setuja gan...eh setuju...
kalau cuma di bahas ruwet gan..ehehe

anto Hprastyo said...
pada hari 

hahaha .......... bener ambil Tindakan. iya atau Tidak itu saja (pinjem liriknya bang Iwan) kwkwkw ....

Ien said...
pada hari 

"menangis juga bagus untuk wanita, khususnya untuk kehalusan kulit mereka"

waw... benarkah demikian? wah... bole dipikirkan untuk menangis minimal satu hari skali nih... hi5

anto Hprastyo said...
pada hari 

Ien : Haluuuuu Ien. benar Ien nanti kita kupas tips nya ya? salam hangat dan damai selalu

Post a Comment

Sahabat terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, semoga bisa memperkuat tali persahabatan online/offline kita. Blog ini Adalah Waqaf onlineku untuk semua, mohon jikalau ada yang tidak benar diluruskan, bagiku menjadi blogger adalah panggilan jiwa untuk membuka ruang bagi saujana. Hidup untuk memberi; Berilmu Amaliyah, Beramal Ilahiyah, Memberi Merupakan Puncak Kebahagiaan. Semoga manfaat. Salam

 
Cheap Web Hosting