Menyikapi Gelombang Kehidupan

Samudra Biru - Kita menyadari bahwa kehidupan manusia adalah kehidupan yang jatuh bangun. Sang pencipta tidak selalu menjanjikan langit yang senantiasa biru, namun satu hal yang pasti setelah hujan reda akan nampak pelangi. 

Bukan perkara kita gagal atau menghadapi problematika kehidupan, namun yang terpenting bagaimana kita bangkit dalam menghadapi kegagalan tersebut. Dan memulai pembaharuan agar hal yang telah pernah kita alami tidak terulang kembali.

Kita manusia diberi akal, hati nurani yang sempurna dibanding ciptaan Tuhan yang lainnya. Sudah semestinya mempergunakan kesempurnaan itu untuk bangkit dari setiap kegagalan hidup, bahkan dari peristiwa yang begitu menekan sekalipun.

Tidak ada masalah yang terlalu besar untuk dihadapi, tidak ada langkah yang panjang untuk dijalani dan tidak ada orang yang sulit dihadapi ketika kita mampu menyikapi setiap peristiwa dengan kepala jernih dan dingin.

Seorang filsuf pernah bertutur "kita tidak akan pernah bisa mengukur betapa tingginya gunung, hingga kita sudah berada dipuncaknya dana mengatakan bahwa tinggi gunung itu tidak seberapa". artinya, jangan pernah menyerah sebelum mencoba. 

Kekuatan terbesar untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan adalah saat kita berani untuk memulainya. Bukankah seribu langkah kedepan dimulai dari langkah pertama?

Ketika kita menghadapi sebuah peristiwa yang begitu menekan, percayalah hal tersebut tidak akan melebihi kekuatan kita sebagai manusia yang notabene dicipta sebagai ciptaan yang paling sempurna diantara seluruh ciptan-Nya.

Mari membuka jalinan silaturahim dengan orang lain untuk membagi pengalaman (sharing). Dalam percakapan yang berbagi tersebut, setidaknya akan mengurangi beban mental dan memungkinkan menemukan solusi untuk bangkit. Dan yang tak kalah pentingnya adalah membaca buku-buku (positif) tentang kehidupan, terutama Kitab Suci sesuai dengan keyakinan masing-masing, karena disinilah sumber kekuatan kita untuk memaknai setiap peristiwa yang terjadi.

Akhir kata "orang tidak dapat menemukan lautan biru kecuali ia memiliki keberanian untuk tidak melihat pantai".

Salam.




Komentar :

ada 4 Komentar ke “Menyikapi Gelombang Kehidupan”
mnc tv streaming said...
pada hari 

artikel yang bagus sob,... benar2 telah mampu memotivasi sy utuk selalu optimis menghadapi gelombang kehidupan ini

Adang N M I said...
pada hari 

inspiratif sekali..
salam kenal dan follow juga
Revolusi Galau

Best Business Brands said...
pada hari 

This is an important principle in the face of the tidal wave of life . At a time when happy, we are grateful. At a time when difficult, we are patient.

sportdesta said...
pada hari 

very good kata-kata nya :D saya suka itu

Post a Comment

Sahabat terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, semoga bisa memperkuat tali persahabatan online/offline kita. Blog ini Adalah Waqaf onlineku untuk semua, mohon jikalau ada yang tidak benar diluruskan, bagiku menjadi blogger adalah panggilan jiwa untuk membuka ruang bagi saujana. Hidup untuk memberi; Berilmu Amaliyah, Beramal Ilahiyah, Memberi Merupakan Puncak Kebahagiaan. Semoga manfaat. Salam

 
Cheap Web Hosting